Musyawarah Takmir Masjid Bersama
Jamaah Masjid Baiturrohman Wedoro: Persamaan Pandangan dan Kepengurusan Masjid
yang Lebih Optimal
Dalam rangka mempererat sinergi
antara takmir dan jamaah, Masjid Baiturrohman Wedoro menggelar musyawarah
bersama pada Rabu, 17 November 2024. Acara yang mengangkat tema “Persamaan
Pandangan dan Penjelasan Mendetail Terkait Kepengurusan” ini berlangsung dengan
khidmat di aula masjid, dihadiri oleh Dewan Nadzir, pengurus takmir, serta
perwakilan jamaah.
Jalannya
Musyawarah
Musyawarah dimulai tepat pukul 19.30
WIB, dibuka oleh sekretaris takmir, Muchammad Pawi, yang menyampaikan susunan
acara. Berikut rangkuman perjalanan musyawarah:
- Pembukaan oleh Ketua Dewan Nadzir (Ust. M. Ujeb)
Dalam sambutannya, Ust. M. Ujeb memaparkan tugas dan fungsi Nadzir, Takmir, dan jajarannya, menekankan bahwa jabatan Nadzir bersifat permanen hingga terdapat halangan syar’i. Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan amanat dengan niat tulus demi ridha Allah SWT. - Sambutan Ketua Takmir (M. Ghufron)
M. Ghufron menyampaikan bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan umat. Ia menyoroti kurangnya ruang musyawarah yang selama ini menjadi kendala dalam optimalisasi kinerja takmir. “Melalui forum ini, kita harap dapat membiasakan musyawarah demi kemajuan masjid yang kita cintai,” ujarnya. - Pandangan Umum
Muchammad Pawi mengapresiasi keberhasilan kegiatan rutin seperti shalat rowatib yang terus dihadiri banyak jamaah. Ia mengusulkan agar setiap bidang menginventarisir masalah untuk menentukan prioritas utama. - Penjelasan Materi Kepengurusan
Ust. Dani, salah satu jamaah baru yang menetap di Wedoro, memberikan pemaparan terkait landasan hukum, AD/ART, struktur pengurus, dan program kerja masjid. - Landasan Masjid:
Masjid Baiturrohman berdiri dengan prinsip taqwa, toleransi, moderasi,
tasammuh, menjaga martabat, serta menjauhi sikap ekstrem.
- Legalitas Hukum:
Dijelaskan status masjid sebagai tanah wakaf bersertifikat dan pentingnya
berafiliasi dengan organisasi yang lebih tinggi, seperti Nahdlatul Ulama
(NU), untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan.
- Struktur Kepengurusan: Ust. Dani menjelaskan alur kerja mulai dari Dewan
Nadzir, Ketua Takmir, hingga koordinator bidang yang membawahi berbagai
sektor seperti peribadatan, pendidikan, sosial, hingga peran wanita.
- Tanggapan Jamaah
- Syamsul Bahri:
Menanyakan prosedur perubahan status masjid menjadi yayasan.
- Idris:
Mengusulkan pelibatan lebih besar jamaah perempuan dalam struktur
kepengurusan serta memberikan koreksi terkait undangan yang tidak
mencantumkan tanda tangan lengkap.
- Kesimpulan Musyawarah
- Sepakat memberikan kewenangan kepada Ketua Takmir dan
Nadzir untuk melengkapi struktur kepengurusan.
- Menjadwalkan musyawarah berikutnya setelah Pilkada,
sekitar dua minggu ke depan.
Musyawarah yang berlangsung hingga
pukul 21.30 WIB ini menjadi langkah awal untuk membangun pengelolaan masjid
yang lebih baik dan harmonis. Seluruh peserta berharap agenda serupa dapat
terus dilakukan demi kemajuan Masjid Baiturrohman sebagai pusat kegiatan
keagamaan dan sosial.
DOKUMEN FOTO
Demikian Media informasi Masjid Baiturrohman melaporkan


















