NGAOS ALHIDAYAH

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 17 November 2024

Musyawarah Takmir Masjid Bersama Jamaah Masjid Baiturrohman Wedoro: Persamaan Pandangan dan Kepengurusan Masjid yang Lebih Optimal

 


Musyawarah Takmir Masjid Bersama Jamaah Masjid Baiturrohman Wedoro: Persamaan Pandangan dan Kepengurusan Masjid yang Lebih Optimal

Dalam rangka mempererat sinergi antara takmir dan jamaah, Masjid Baiturrohman Wedoro menggelar musyawarah bersama pada Rabu, 17 November 2024. Acara yang mengangkat tema “Persamaan Pandangan dan Penjelasan Mendetail Terkait Kepengurusan” ini berlangsung dengan khidmat di aula masjid, dihadiri oleh Dewan Nadzir, pengurus takmir, serta perwakilan jamaah.

Jalannya Musyawarah

Musyawarah dimulai tepat pukul 19.30 WIB, dibuka oleh sekretaris takmir, Muchammad Pawi, yang menyampaikan susunan acara. Berikut rangkuman perjalanan musyawarah:

  1. Pembukaan oleh Ketua Dewan Nadzir (Ust. M. Ujeb)
    Dalam sambutannya, Ust. M. Ujeb memaparkan tugas dan fungsi Nadzir, Takmir, dan jajarannya, menekankan bahwa jabatan Nadzir bersifat permanen hingga terdapat halangan syar’i. Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan amanat dengan niat tulus demi ridha Allah SWT.
  2. Sambutan Ketua Takmir (M. Ghufron)
    M. Ghufron menyampaikan bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan umat. Ia menyoroti kurangnya ruang musyawarah yang selama ini menjadi kendala dalam optimalisasi kinerja takmir. “Melalui forum ini, kita harap dapat membiasakan musyawarah demi kemajuan masjid yang kita cintai,” ujarnya.
  3. Pandangan Umum
    Muchammad Pawi mengapresiasi keberhasilan kegiatan rutin seperti shalat rowatib yang terus dihadiri banyak jamaah. Ia mengusulkan agar setiap bidang menginventarisir masalah untuk menentukan prioritas utama.
  4. Penjelasan Materi Kepengurusan
    Ust. Dani, salah satu jamaah baru yang menetap di Wedoro, memberikan pemaparan terkait landasan hukum, AD/ART, struktur pengurus, dan program kerja masjid.
    • Landasan Masjid: Masjid Baiturrohman berdiri dengan prinsip taqwa, toleransi, moderasi, tasammuh, menjaga martabat, serta menjauhi sikap ekstrem.
    • Legalitas Hukum: Dijelaskan status masjid sebagai tanah wakaf bersertifikat dan pentingnya berafiliasi dengan organisasi yang lebih tinggi, seperti Nahdlatul Ulama (NU), untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan.
    • Struktur Kepengurusan: Ust. Dani menjelaskan alur kerja mulai dari Dewan Nadzir, Ketua Takmir, hingga koordinator bidang yang membawahi berbagai sektor seperti peribadatan, pendidikan, sosial, hingga peran wanita.
  5. Tanggapan Jamaah
    • Syamsul Bahri: Menanyakan prosedur perubahan status masjid menjadi yayasan.
    • Idris: Mengusulkan pelibatan lebih besar jamaah perempuan dalam struktur kepengurusan serta memberikan koreksi terkait undangan yang tidak mencantumkan tanda tangan lengkap.
  6. Kesimpulan Musyawarah
    • Sepakat memberikan kewenangan kepada Ketua Takmir dan Nadzir untuk melengkapi struktur kepengurusan.
    • Menjadwalkan musyawarah berikutnya setelah Pilkada, sekitar dua minggu ke depan.

Musyawarah yang berlangsung hingga pukul 21.30 WIB ini menjadi langkah awal untuk membangun pengelolaan masjid yang lebih baik dan harmonis. Seluruh peserta berharap agenda serupa dapat terus dilakukan demi kemajuan Masjid Baiturrohman sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.


DOKUMEN FOTO









Demikian Media informasi Masjid Baiturrohman melaporkan

 

Minggu, 03 November 2024

MUSYAWARAH TAKMIR MASJID BAITURROHMAN "RENCANA PEMBAHASAN AD/ART DAN PROGRAM KERJA MASJID BAITURROHMAN"

Musyawarah Takmir Masjid Baiturrohman Wedoro: Menyamakan Persepsi tentang Rencana Pembahasan AD/ART Takmir Masjid Baiturrohman Wedoro 

Wedoro – Dalam upaya meningkatkan tata kelola dan efektivitas kepengurusan, Takmir Masjid Baiturrohman Wedoro mengadakan musyawarah bertema Menyamakan Persepsi Terkait Pentingnya Pembahasan AD/ART Takmir Masjid. Acara tersebut berlangsung dengan penuh antusias pada hari Ahad (3 November 2024) di Kediaman Ust. M. Ghufron, Ketua Takmir Masjid Baiturrohman Wedoro Perjalanan Rapat Rapat dibuka oleh Sekretaris Takmir Masjid Baiturrohman yang menjelaskan latar belakang hingga munculnya gagasan perlunya pembahasan AD/ART dan program kerja takmir. Menurutnya, pembahasan ini menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan kompleks yang sering dihadapi dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program masjid. Ketua Takmir, M. Ghufron, mengemukakan niat lamanya untuk melakukan penertiban kepengurusan dan memperjelas tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing pengurus. Hal ini, menurut beliau, bertujuan agar pengelolaan masjid menjadi lebih teratur dan efektif. Ust. Dian Wahyu (Ust. Dani) turut memberikan pandangan panjang lebar berdasarkan pengalamannya di Masjid Kutorejo, Pandaan. Ia menyoroti pentingnya dasar hukum yang kuat, kaderisasi, pelaksanaan program seperti qurban, dan keterlibatan remaja masjid dalam kegiatan. Menanggapi hal tersebut, Ust. Syamsul Bahri menyampaikan bahwa pemuda harus lebih aktif dalam kegiatan kemasjidan, mengingat mereka adalah tonggak penting bagi kelangsungan kegiatan keagamaan di masyarakat. Ust. M. Ujeb, Ketua Nadzir Masjid, menyatakan dukungannya atas rencana penertiban kepengurusan dan mengusulkan adanya penambahan struktur pengurus agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman. M. Syifak juga menyuarakan dukungannya dengan antusias dan mengusulkan agar pertemuan lanjutan diadakan dengan mengundang lebih banyak tokoh masyarakat. Hal ini bertujuan untuk membahas rancangan AD/ART secara lebih komprehensif. Cak Usman menambahkan agar pertemuan berikutnya tetap fokus pada penyamaan persepsi sebelum pembahasan rancangan AD/ART dimulai, untuk memastikan pemahaman yang mendalam tentang maksud dan tujuan. Alfan, mewakili pemuda Dusun Wedoro, menegaskan pentingnya komunikasi yang baik antara pengurus takmir dan masyarakat, yang menurutnya selama ini masih kurang. Herman melengkapi pendapat tersebut dengan menyebutkan bahwa ketiadaan ruang dialog kerap menyebabkan kesalahpahaman antara pemuda dan masyarakat. Keputusan Musyawarah 1. Sepakat untuk dilakukan penertiban kepengurusan dengan menugaskan tim perumus untuk menyusun rancangan AD/ART yang akan dibahas dalam pertemuan berikutnya. 2. Menjadwalkan pertemuan lanjutan pada hari Minggu, 10 November 2024, dengan mengundang semua tokoh dan jamaah Masjid Baiturrohman Wedoro. 3. Mengagendakan pembahasan rumusan AD/ART pada pertemuan tersebut. Dengan keputusan ini, diharapkan Masjid Baiturrohman Wedoro dapat terus berkembang dan melayani masyarakat dengan lebih baik melalui manajemen yang lebih terstruktur dan transparan. Demikian Media Informasi Masjid 

Baiturrohman Wedoro Melaporkan