Musyawarah Takmir Masjid Baiturrohman Wedoro: Menyamakan Persepsi tentang Rencana Pembahasan AD/ART Takmir Masjid Baiturrohman Wedoro
Wedoro – Dalam upaya meningkatkan tata kelola dan efektivitas kepengurusan, Takmir Masjid Baiturrohman Wedoro mengadakan musyawarah bertema Menyamakan Persepsi Terkait Pentingnya Pembahasan AD/ART Takmir Masjid. Acara tersebut berlangsung dengan penuh antusias pada hari Ahad (3 November 2024) di Kediaman Ust. M. Ghufron, Ketua Takmir Masjid Baiturrohman Wedoro
Perjalanan Rapat
Rapat dibuka oleh Sekretaris Takmir Masjid Baiturrohman yang menjelaskan latar belakang hingga munculnya gagasan perlunya pembahasan AD/ART dan program kerja takmir. Menurutnya, pembahasan ini menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan kompleks yang sering dihadapi dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program masjid.
Ketua Takmir, M. Ghufron, mengemukakan niat lamanya untuk melakukan penertiban kepengurusan dan memperjelas tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing pengurus. Hal ini, menurut beliau, bertujuan agar pengelolaan masjid menjadi lebih teratur dan efektif.
Ust. Dian Wahyu (Ust. Dani) turut memberikan pandangan panjang lebar berdasarkan pengalamannya di Masjid Kutorejo, Pandaan. Ia menyoroti pentingnya dasar hukum yang kuat, kaderisasi, pelaksanaan program seperti qurban, dan keterlibatan remaja masjid dalam kegiatan.
Menanggapi hal tersebut, Ust. Syamsul Bahri menyampaikan bahwa pemuda harus lebih aktif dalam kegiatan kemasjidan, mengingat mereka adalah tonggak penting bagi kelangsungan kegiatan keagamaan di masyarakat.
Ust. M. Ujeb, Ketua Nadzir Masjid, menyatakan dukungannya atas rencana penertiban kepengurusan dan mengusulkan adanya penambahan struktur pengurus agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
M. Syifak juga menyuarakan dukungannya dengan antusias dan mengusulkan agar pertemuan lanjutan diadakan dengan mengundang lebih banyak tokoh masyarakat. Hal ini bertujuan untuk membahas rancangan AD/ART secara lebih komprehensif.
Cak Usman menambahkan agar pertemuan berikutnya tetap fokus pada penyamaan persepsi sebelum pembahasan rancangan AD/ART dimulai, untuk memastikan pemahaman yang mendalam tentang maksud dan tujuan.
Alfan, mewakili pemuda Dusun Wedoro, menegaskan pentingnya komunikasi yang baik antara pengurus takmir dan masyarakat, yang menurutnya selama ini masih kurang. Herman melengkapi pendapat tersebut dengan menyebutkan bahwa ketiadaan ruang dialog kerap menyebabkan kesalahpahaman antara pemuda dan masyarakat.
Keputusan Musyawarah
1. Sepakat untuk dilakukan penertiban kepengurusan dengan menugaskan tim perumus untuk menyusun rancangan AD/ART yang akan dibahas dalam pertemuan berikutnya.
2. Menjadwalkan pertemuan lanjutan pada hari Minggu, 10 November 2024, dengan mengundang semua tokoh dan jamaah Masjid Baiturrohman Wedoro.
3. Mengagendakan pembahasan rumusan AD/ART pada pertemuan tersebut.
Dengan keputusan ini, diharapkan Masjid Baiturrohman Wedoro dapat terus berkembang dan melayani masyarakat dengan lebih baik melalui manajemen yang lebih terstruktur dan transparan.
Demikian Media Informasi Masjid
Baiturrohman Wedoro Melaporkan










0 komentar:
Posting Komentar